“Hari itu, hal pertama yang saya lakukan adalah pergi ke masjid untuk salat,” ungkap Vince dalam wawancara dengan Sinar Harian.

Setelah memeluk Islam, Vince menjalani kehidupan yang kontras dengan masa lalunya. Ia aktif sebagai duta Bayan Token, mata uang kripto berbasis syariah yang mendanai proyek-proyek bermanfaat bagi umat Islam.

“Saya percaya ketika Anda melakukan hal baik, kebaikan akan kembali kepada Anda,” ujarnya.

Selain itu, ia juga terlibat dalam kegiatan kemanusiaan, seperti mengorganisir konvoi makanan untuk pengungsi Yaman, dan mendirikan Ummah United, sebuah NGO yang memberi ruang bagi kaum muda untuk melakukan amal dan menjauhkan mereka dari kejahatan.

Namun, perjalanan Vince tidak selalu mulus. Pada 2023, ia dideportasi dari Australia ke Italia, negara kelahirannya, dengan alasan yang kontroversial.