Hingga suatu saat, ia merasa hatinya hampa tanpa agama dan merasa harus kembali mendekatkan diri kepada Tuhan. Diapun mulai membaca salah satu kitab Yahudi, yaitu kitab Mazmur yang ditulis Raja Daud dengan harapan hal tersebut dapat meningkatkan keimanannya.

Dalam kitab itu, dia menemukan ada satu kata yang terus menerus diulang oleh Raja Daud yaitu kata “sujud” dan “menyembah” Tuhan.

“Lantas mengapa Yahudi tidak sujud saat beribadah?” tanyanya dalam hati.

Ia lantas melakukan berbagai cara untuk menemukan jawaban dari pertanyaan tersebut. Mulai dari Google, membaca buku Yahudi hingga bertanya kepada Rabi. Hingga akhirnya ia menemukan sebuah jawaban, yaitu bahwa ajaran Yudaisme yang dianut orang Yahudi saat ini berasal dari penafsiran para Rabi terdahulu terhadap Taurat.

Bahkan ada sejumlah larangan dan aturan yang ada dalam ajaran Yahudi padahal dalam kitab Taurat tidak ada. Setelah itu, menurutnya, semua pertanyaan yang ada di benaknya mulai terjawab satu per satu. Ia pun mulai beralih mempelajari Islam, agama yang menurutnya paling dekat dengan Yahudi.