Jay berbagi kisah tentang masa remajanya yang penuh tantangan, yang justru memacunya untuk bertransformasi menjadi pribadi yang lebih baik. Dahulu, benaknya dipenuhi dengan pikiran-pikiran negatif, diperparah oleh lingkungan sekitarnya yang kerap kali menyudutkan Islam sehingga ia mudah terpengaruh.
Tak hanya itu, Jay juga tumbuh dalam keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi ini bahkan membuatnya menjadi sasaran perundungan teman-teman sekolahnya, yang mengejek seragamnya yang sudah koyak.
Kesedihan mendalam akibat kehilangan orang terkasih dalam keluarga semakin memperburuk pandangan Jay terhadap masa depannya dan bertekad untuk keluar dari keterpurukan tersebut.
Baca Juga: Belajar Islam dari Mertua, Renata Kusmanto Mualaf Sepekan Sebelum Menikah dengan Fachri Albar
Ia mengambil keputusan besar untuk meninggalkan lingkungan tempat tinggalnya dan melanjutkan kuliah seorang diri demi membangun kehidupan yang lebih baik.
