Dari sinilah babak baru kehidupannya dimulai, di mana ia mulai bekerja keras dan menemukan kecintaannya pada dunia traveling.
Dari pengalamannya traveling inilah, jawaban atas pencarian spiritual Jay Palfrey mulai terkuak. Ia mengunjungi berbagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Irak dan Turki.
Awalnya, perjalanan ini hanyalah sebuah keisengan belaka, namun tanpa disangka, ia merasakan bahwa setiap langkahnya seolah membawanya ke arah yang lebih religius. Melalui interaksi dan pengamatannya, Jay menyadari bahwa Islam bukanlah agama yang buruk seperti yang selama ini ia dengar.
Sebaliknya, ia menemukan keindahan, kedamaian, dan keramahan dari orang-orang yang ia temui, membuktikan sendiri kebaikan ajaran Islam.
"Aku memulai perjalananku ke negara-negara dengan mayoritas muslim, seperti Irak dan Turki, dan (aku) mulai mengerti bahwa Islam itu penuh kedamaian, mencintai satu kesatuan dan kebersamaan sehingga (membuatku) merasa seperti bagian dari mereka," kisahnya dikutip dari Sindonews.
