"Kalau kemarin saya sering menjual di pertigaan jurusan Pertanian tapi semenjak ada larangan menjual dalam kampus jadi saya bergeser. Jadinya di belakang kampus menunggu pembeli," ujar Nandar.

Nandar bercerita setiap hari ia memulai aktivitas berjualannya berangkat dari rumah setiap jam 10 dari Konda menuju Kota Kendari.

Menjadi seorang penjual siomay merupakan suatu kesyukuran bagi Nandar selama cukup untuk kebutuhan keluarga, namun selama adanya larangan menjual di kawasan kampus UHO, tentu berpengaruh pada penghasilan seorang Nandar.

"Biasa untuk penghasilannya dek kalau ramai biasa dapat 500 ribu termasuk dengan modalnya," ucap Nandar.

Baca Juga: Demi Biaya Sekolah Anak Pedagang Sayur di Kendari Ini Rela Jualan hingga Tengah Malam