WAKATOBI, TELISIK.ID - Nur Anugerah Ali, perawat asal Wakatobi yang kini bekerja di Makkah, Arab Saudi. Bukan perjuangan yang mudah untuk bisa mewujudkan mimpinya mengunjungi kota yang menjadi impian seluruh umat muslim tersebut. Apalagi usianya waktu itu baru 24 tahun.
Setelah diuji dengan ujian terbesar dalam hidup yaitu kehilangan kedua orang tua dalam selang waktu yang relatif singkat, Nur Anugerah Ali pelan-pelan mencoba bangkit untuk menata kembali hidupnya.
Bayangkan saja, ayahnya meninggal dunia pada 29 Agustus 2014. Dua bulan kemudian giliran ibunya meninggal. Sementara Nur Anugerah kala itu tengah menjalani studi S1-nya di UNISULA Semarang.
Kisahnya bermula ketika Ia menjalani pendidikan Ners-nya di fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Islam Sultan Agung Semarang (UNISULA) dengan Beasiswa Cerdas Sultraku.
Sambil menunggu wisuda profesi Ners, Ia bersama temannya mengikuti interview untuk bekerja di salah satu rumah sakit yang menjadi mitra kerja sama UNISULA semarang.
