Arisa aktif berdakwah melalui media sosialnya @thejapanesemuslimah dan bahkan membuat manga untuk berbagi kisah keislamannya, menginspirasi banyak orang.

“Syahadat bukan tujuan, melainkan awal. Saya terus berdoa agar iman saya dan keluarga semakin kuat,” ujar Arisa.

Kisahnya menjadi bukti bahwa dengan keteguhan hati dan dukungan keluarga, tantangan sebagai mualaf di negara minoritas Muslim dapat dilalui, bahkan membawa perubahan positif bagi orang-orang di sekitarnya.

Arisa berharap keluarganya yang lain juga akan mengikuti jejaknya dan neneknya. “Saya bersyukur Allah membuka hati keluarga kami secara bertahap,” tutupnya dengan penuh harap. (C)

Penulis: Merdiyanto