"Tidak adami perkerjaan yang mampu saya kerjakan selain memulung tiap hari, karena saya juga punya anak kecil jika harus kerja sama orang, kalau tidak memulung bagaimana kami bisa makan," ucapnya.

Baca Juga: Tinggal di Gubuk Bocor, Kakek 70 Tahun Ini Bertahan Hidup dari Sampah

Ibu Nuri bekerja sebagai pemulung sejak 1 tahun terakhir semenjak sang suami jatuh sakit dan tidak bisa bekerja lagi, barang bekas ia bawa pulang setiap harinua, seperti botol plastik dan kardus.

Ia mulai memulung dari pukul 03.00 Wita hingga 18.00 Wita, terkadang juga hingga 20.00 Wita sampai isi gerobak penuh.

Bersama anaknya, Ibu Nuri biasa istrahat di samping jalan hanya makan dengan nasi, tanpa ada lauk pauk.