Orang tua korban memanggil orang tua pelaku untuk memberitahu kejadian tersebut.

Esok harinya, sambung Andre, orang tua pelaku bersama beberapa orang keluarga pelaku datang ke rumah korban dan membicarakan masalah tersebut.

Orang tua korban tidak mau memperpanjang masalah tersebut, namun memberi syarat agar korban jangan diganggu sampai selesai sekolah dan sudah dewasa baru urusan selanjutnya tentang kawin-mawin dibicarakan kembali.

Pada tanggal 5 Juli 2021, korban pergi ke rumah pelaku tanpa memberitahu orang tuanya.

Korban nekad tinggal di rumah pelaku karena korban takut pelaku tidak bertanggung jawab.