Baca juga: Pesta Kampung Waoleona, Jejak Perlawanan Sultan Himayatuddin terhadap Kesultanan Buton
Di Mekah, Pak Bin juga tak lepas dari pekerjaannya memijat. Bila di Indonesia sekali pijat bisa dua jam. Maka di tanah suci, cukup sepuluh menit. Biasanya pada jamaah haji yang kelelahan minta dipijat, setelah melakukan tawaf.
Selama 21 hari berada di Mekah, pada musim haji 2016, Pak Bin mendapatkan uang dari memijat sesama jamaah haji sampai terkumpul Rp 10 juta. Karena ada yang memberi Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu.
Uang 10 juta rupiah itu, tidak dibawanya pulang. Dia memilih mensedekahkan ke lembaga di Mekah yang bisa mengurus dana itu.
"Saya tidak bawa pulang uang itu karena berkahnya biar menjadi amal jariyah saja. Toh, di Jakarta nanti, saya bisa cari uang lagi." Demikian alasannya.
