Pantas saja tubuhnya tetap bugar walau terik matahari menyengat, sesekali hujan mengguyur, ia tetap semangat dan tersenyum sumringah menyambut setiap pembeli demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Gerobak itu didorong dengan berjalan kaki sepanjang hari menunggu paggilan pembeli di setiap rumah yang ia lewati. Bertukaran dengan sang Istri, untuk keliling menjual dagangan pisangnya.
Menurutnya, dirinya memilih untuk berjualan pisang, karena pisang mudah dijual dan banyak orang yang mengonsumsinya. Kebanyakan pembeli masyarakat di sekitar lapaknya dan orang yang melewati tempatnya berjualan.
Sadaki sebenarnya memiliki warung, namun warung itu diberikan kepada anaknya untuk berjualan juga, ia memilih mengalah mencari tempat jualan di sisi jalan walaupun untuk menghabiskan jualnnya itu harus dengan keliling.
Sedangkan sang istri, yaitu Erna (36) yang ikut menjual dagangan pisang itu, terlihat membantu menata pisang yang sudah dipotong per sisir tersebut dan mencuci ubi yang akan dijajakan dengan bersih.
