Sehari-hari Nur hidayat menjual, selalu ditemani seorang cucunya bernama abdillah (10). Abdillah juga sering diajar ngaji oleh Nur Hidayat.

"An-nas sudah hafal, Al-ikhlas belum," jawab Abdillah saat ditanya Telisik.id surat apa saja yang sudah dihafal.

Suka-duka saat berjualan juga dihadapi Nur Hidayat. Ketika ada saja orang baik yang melintas dan berhenti untuk sekedar memberinya sembako atau uang tunai, Nur Hidayat akan sangat bersyukur. Namun ketika ia harus berhadapan dengan seorang penipu membuatnya pernah berputus asa sehingga harus pulang dengan tangan kosong.

Kejadian tertipu itu diceritakan Nur Hidayat saat ada orang yang datang membeli sapunya, sapu diberikan namun uang tidak diterima. Sang penipu malah meminta kembalian, padahal harga 4 sapu yang harusnya dibayarkan tidak dikasih. saat itu Nur Hidayat yang merasa tidak dalam kesadaran penuh tetap memberikan kembalian dan akhirnya pulang dengan tangan kosong.

Rasa putus asanya karena telah ditipu membawanya pulang tanpa membawakan hasil. Kejadian yang dialami Nur Hidayat sebanyak dua kali ini memberikannya pelajaran untuk lebih berhati-hati terhadap orang lain. (A)