KENDARI, TELISIK.ID – Bernama lengkap Muhammad Kurniawan Rachman, yang saat ini tengah menjadi pengajar Bahasa Indonesia sekaligus menempuh pendidikan di University of Pennsylvania. Dia menceritakan bagaimana dirinya tak bisa beraktifitas dengan normal akibat wabah COVID-19 yang melanda Amerika Serikat saat ini.

“Hidup mandiri di negeri asing, tentunya bukan menjadi hal yang mudah, apalagi dengan situasi sekarang dimana dunia sedang dilanda COVID 19 yang menyebabkan kepanikan di mana-mana,” sepenggal kata yang dibagikan Wawan sapaan akrabnya.

Jauh dari keluarga menurutnya bukanlah hal yang mudah, bahkan mungkin bagi Wawan sebagian teman-teman yang melihat unggahan foto-foto tentang pelajar yang kuliah di luar negeri, banyak yang merasa kehidupan pelajar menjadi pengalaman yang menyenangkan tanpa banyak masalah. Namun untuk kondisi saat ini, justru sangat berbeda.

Baca Juga : Imbas COVID-19, SKB Calon ASN Ditunda

“Keadaan ini tentu membuat banyak pihak menjadi panik, dan melakukan banyak tindakan pencegahan untuk setidaknya memperlambat penyebaran virus ini. Kampus saya sendiri sejak dua minggu yang lalu, sudah membuat pernyataan untuk memperpanjang liburan musim semi menjadi dua minggu (5-23 Maret), sehingga para pengajar mendapatkan tambahan waktu untuk mempersiapkan diri untuk mengajar secara daring,” ugkapnya melalui pesan Whatsapp, Sabtu (21/3/2020).