Pria yang pernah bersekolah di SMA 5 Kendari itu, menuturkan keberadaannya di Amerika Serikat hingga saat ini tidak tidak membuat dirinya begitu tertekan, apalagi berbicara tentang kebutuhan pokok disaat seperti ini. Dirinya masih mampu mendapatkan berbagai kebutuhan dengan mudah.
“Berbicara tentang hal yang menarik mengenai wabah COVID-19, di kota saya sendiri sampai saat ini bahanan makanan masih tersedia. Di beberapa supermarket walaupun jumlahnya tidak sebanyak sebelum persebaran virus ini sendiri. Hal ini dikarenakan setiap supermarket menyediakan berbagai macam jenis makanan dasar yang berbeda, sehingga ada banyak pilihan yang dapat dibeli oleh masyarakat,” katanya.
Baca Juga : Jaminan Keselamatan dan Kesejahteraan Bagi Paramedis dalam Menangani COVID-19
Namun disisi lain pula ada hal yang membuatnya sangat khawatir, yang mana di tengah cepatnya COVID-19 ini menyebar membuatnya sangat khawatir dengan keluarganya di Kendari.
“Persebaran virus yang cepat dan tingkat kematian yang tinggi di Indonesia pun, membuat saya khawatir dengan keluarga saya. Namun, saya merasa bahwa menunggu kondisi yang membaik baik di sini maupun di tanah air, akhirnya kembali merupakan pilihan yang bijaksana untuk dilakukan. Saya sangat berharap bahwa masyarakat Sulawesi Tenggara dapat lebih waspada tapi tidak terlalu panik dengan situasi ini,” ucap pria 28 tahun itu.
