KENDARI, TELISIK.ID - Seorang penjahit sepatu di Kendari, Yayat (50) menjalani profesinya sudah bertahun-tahun meski sepi pelanggan. Dia terlihat lebih banyak berbaring sambil menunggu pelanggan.
Hal itu terlihat saat Telisik.id menemui Yayat di tempat menjahit sepatunya di Jalan Lamuse Baruga, Kota Kendari, ia tengah membaringkan kepalanya beralaskan tangan di atas papan tempatnya menjahit sepatu.
Saat disapa, ia terbangun lalu tersenyum. Ia mengatakan sedang menunggu pelanggan. Yayat menjalani pekerjaannya dengan tekun dan kerja keras. Meski kadang sehari tak mendapatkan penghasilan sepeser pun.
"Ia lagi sepi, kadang satu hari itu tidak ada dan kadang juga ada, jadi tidak menentu penghasilannya," kata Yayat.
Menjadi penjahit sepatu bisa dibilang lebih banyak sepinya. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama istri dan anaknya, Yayat terpaksa berjualan gorengan juga.
