Baca Juga: Bocah SD Ini Jualan Keliling di Pantai Toronipa demi Bantu Keluarga
Setiap bulan, As mengirimkan uang hasil jerih payahnya kepada keluarganya. Ia sendiri hanya bisa pulang kampung sekali setahun karena keterbatasan biaya.
Ia mulai jualan dari pukul 6 sampai 9 pagi, dilanjutkan sore hari pada pukul 16.00 hingga pukul 18.00 atau menjelang maghrib. Dengan berjalan kaki sambil memikul kotak dagangannya, ia berkeliling menjajakan buroncong.
Dari kamar kos berukuran kecil di belakang Masjid Agung Al Kautsar, As berkeliling dari pasar ke pasar. Setiap hari, As bisa mendapatkan penghasilan sekira Rp 200 ribu.
"Kalau lagi rezeki, bisa lebih. Hujan pun saya tetap jualan," ujar As yang berharap agar selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT agar bisa terus jualan.
