KENDARI, TELISIK.ID - Suparno Roni (45) sudah puluhan tahun menjadi penjual es tong-tong keliling di Kendari, rela pontang-panting demi kehidupan sejak 14 tahun lalu.

Ia mengatakan, awalnya adalah seorang buruh bangunan, kemudian pernah menjadi penjual baju rombengan hingga kembali berjualan es tong tong.

Suparno menyampaikan alasannya karena menurutnya, berdagang es lebih menghasilkan daripada menjadi buruh bangunan.

"Pernah kerja bangunan, sempat juga menjual baju RB tapi pada waktu itu saya pikir pekerjaan itu tidak memberi banyak penghasilan, karena hanya ikut sama orang," ucapnya.

Setelah melalui lika-liku dan berganti pekerjaan, ia mencoba berjualan es tong-tong keliling.