Kata Suparno, paling banyak yang membeli es tong-tongnya adalah masyarakat di bagian kampus atau sekolah-sekolah di Kendari.
“Saya berjualan keliling karena kalau diam di satu tempat, jarang yang datang membeli,” ucap Suparno.
Suparno menambahkan bahwa es tong-tong yang dijualnya dibuat bersama istrinya di rumah.
Sementara seorang penjual nasi di Perdos Kota Kendari, Risma (24) mengatakan, Suparno sering singgah membeli nasi di kiosnya, bahkan sesekali ia memberi gratis.
Baca Juga: Kisah Pasutri Penjual Pisang Tiap Hari Susuri Jalan Kota Kendari
