“Setiap hari saya biasanya membawa sekitar 25 ekor ikan yang sudah siap dijual, kadang habis, kadang juga tidak. Tempat jualanku tidak jauh dari rumah,” ujar Rijal, Sabtu (1/2/2025).

Meski berjualan ikan asap baru dijalani Rijal selama lima bulan terakhir, usaha ini cukup membantu dalam membiayai kebutuhan sekolah anak-anaknya.

Sebelumnya, Rijal bekerja sebagai buruh bangunan. Namun, alasan kondisi fisik, ia memutuskan untuk beralih profesi.

“Menjadi tukang bangunan sudah tidak bisa saya lakukan lagi karena tubuh saya tidak sanggup, akhirnya saya memilih berjualan ikan asap ini,” katanya.

Rijal mengungkapkan bahwa perjuangannya bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dirinya, tetapi juga untuk masa depan anak-anaknya.