KENDARI, TELISIK.ID - Bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), suara sapaan “Korang ndak lapar kah?” sudah menjadi hal yang akrab di telinga. Kalimat sederhana itu berasal dari seorang penjual jalangkote yang telah berjualan di lingkungan kampus sejak Juli 1995.
Namanya Wabio, mulai menjajakan dagangannya dengan berkeliling ke seluruh fakultas, kecuali Fakultas Teknik yang saat itu masih berada di kampus lama. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, ia memilih menetap di FISIP karena suasananya yang ramai dan dekat dengan mahasiswa.
“Awalnya saya menjual di semua fakultas, tapi karena di FISIP ramai dan dekat dengan mahasiswa, saya menetap di sini sampai sekarang,” ungkap Wabio, Senin (20/10/2025).
Selama hampir tiga dekade berjualan, ia telah melalui banyak suka dan duka. Hubungan baik dengan mahasiswa menjadi salah satu hal yang paling ia syukuri.
“Sukanya, hubungan dengan mahasiswa itu baik-baik saja. Tantangannya, kita harus bisa menghadapi mahasiswa dengan berbagai karakter. Kalau jualan di kampus itu harus berjiwa kekanak-kanakan,” ujarnya sambil tersenyum.
