KENDARI.TELISK.ID - Deka (31) adalah satu dari sedikit pedagang kasuami di Kota Kendari. Tentu tak mudah bertahan hidup hanya dengan mengandalkan hasil dari penjualan kasuami yang tak seberapa.
Tapi Deka tak menyerah. Keputusannya berhijrah ke Kota Kendari tahun 2014 lalu, membuatnya bertekad untuk bisa memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga kecilnya.
Ayah satu anak ini nekat memboyong keluarganya ke Kendari untuk mengadu nasib sebagai pedagang kasuami. Kasuami sendiri merupakan makanan khas dari ubi kayu yang menyerupai tumpeng, berbentuk kerucut. Dengan tubuh kecilnya, setiap hari ia bersama sang isteri berjualan kasuami di Pasar Anduonohu Kendari.
Sehari-hari Deka membuat 50 sampai 100 buah kasuami dengan harga Rp 5.000 per kasuami. Menjadi pedagang kasuami tentu bukanlah pilihan yang menguntungkan baginya. Bahkan kadang dipandang sebelah mata. Namun tak ada pilihan lain bagi Deka selain menjalani dengan ikhlas.
