Karena tidak medapatkan pengasuhan yang layak sejak meniggalnya sang Ibu, dalam mengenal dunia pendidikan ia pun menjadi tuna aksara (tidak tahu membaca).

Selama berkecimpung dalam dunia pengamen, Slamat tak pernah putus dengan tergiurnya ia akan suasana persekolahan yang hangat diliputi anak-anak sebaya serta para guru yang siap mendidiknya.

Begitupun dengan Slamat hingga saat cita-citanya tak pernah padam untuk mengeyam dunia pendidikan sama seperti anak seusianya. (A)

Reporter: Anggun Nurdillah

Editor: Kardin