Dengan terampil tangan-tangannya yang keriput memungut kardus bekas dan sampah plastik yang berserakan di pinggir jalan.

Begitu nampak lelah di wajahnya dengan kelopak mata yang mulai mengerut. Namun tak ada keluh kesah yang terlontar dari bibirnya, hanya semangat pantang menyerah yang membakar semangatnya.

Bagi kakek ini, setiap lembaran kardus dan setiap tumpukan plastik memiliki nilai. Di balik kesederhanaan, tersimpan tekad baja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai pengobatan sang istri yang sakit.

Perjuangan sang kakek bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga tentang cinta kasih dan pengorbanan. Di tengah keterbatasan, kakek ini tak pernah melupakan tanggung jawabnya sebagai suami dan pelindung keluarga.

Meski penghasilannya tak seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari dan membeli obat untuk sang istri yang sedang sakit, namun rasa syukur tak pernah luput dari hatinya.