Saat itu, Jasmin tinggal bersama seorang isteri di sebuah rumah sederhana di Jl. Kijang, Andonuhu, Kota Kendari.
Jasmin adalah seorang ayah dari empat orang anak, dua orang lainnya sudah menikah dan telah mempunyai kehidupan masing-masing.
Untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya, setiap hari Jasmin berkeliling mencari tempat pembuangan sampah, mengais, dan memilah sampah plastik dan kardus untuk dijualkan kembali kepada penadah.
Ia mengaku pendapatannya pun tidak menentu. Beruntug jika dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang Rp 30 ribu – Rp 50 ribu. Namun jika bernasip kurang berpihak dengannya, ia hanya bisa membawa pulang uang Rp 15 ribu.
