KENDARI, TELISIK.ID – Bahagia itu sederhana. Yang penting bisa hidup bersama orang-orang yang kita cinta. Tak perlu bergelimangan harta, cukup rezeki yang diusahakan bersama. Terkadang, hal-hal tersebut lebih istimewa dan membahagiakan.
Itulah yang dirasakan oleh sepasang suami istri pemulung ini. Saat ditemui Rabu (6/10/2021) di pinggir Jalan Malaka, di kawasan Citraland Kota Kendari, keduanya yang sudah lansia, tampak tanpa beban.
Daeng Tuba, sang kepala rumah tangga, mengaku telah menikah sebanyak 8 kali sepanjang perjalanan hidupnya. Pernikahannya yang terakhir bersama sang istri terjadi tiga tahun silam.
Mereka berdua datang dari daerah yang berbeda. Daeng Tuba berasal dari Sulawesi Selatan, sedang sang istri berasal dari Jawa. Namun keduanya sudah lama pindah ke Sulawesi Tenggara, bahkan ketika Kota Kendari belum seberkembang saat ini.
“Saya datang ke Kendari tahun 1970. Belum begini Kendari. Masih sedikit orang. Saya datang merantau,” ungkap Daeng Tuba.
