Sama halnya dengan istri Daeng yang menginjakkan kaki ke Sulawesi Tenggara 11 tahun kemudian setelah sang suami.
“Kalau saya tahun 1981. Ini Kendari masih seperti hutan. Jalanannya masih kecil dan berbatu, masih rawan kejahatan, tapi Alhamdulillah tidak pernah ketemu orang-orang jahat,” tambah sang istri.
Dalam hubungan pernikahan Daeng Tuba dan istri, mereka tidak memiliki keturunan. Masing-masing telah memiliki anak dari hubungan yang sebelumnya. Istri Daeng menuturkan, anak-anaknya sudah berkeluarga, sehingga tinggallah dirinya yang kini ditemani oleh Daeng.
“Saya punya dua anak, sudah berkeluarga, jadi di rumah tinggal saya sama bapak,” tuturnya.
Daeng kemudian mengisahkan, penyebab dirinya menikah hingga 8 kali, dikarenakan ia merasa tidak mendapat perlakuan yang layak dari istri-istri sebelumnya.
