“Aku telah dibiasakan dengan jadwal padat sejak kecil. Jadwalku benar-benar penuh dari pagi sampai sore hari. Dalam sehari aku cuma punya waktu main 2 jam yaitu dari pukul 2 siang sampai pukul 4 sore. Pukul 5 sore aku sudah harus mandi. Lalu pukul 7 sampai 9 malam aku harus belajar bersama kakak dan adikku. Tidak ada satu orangpun yang diizinkan nonton TV oleh papi dan mami,” ujar Shinta.

Shinta Amalina didampingi papi, adik serta kakaknya saat menerima penghargaan dari Rekor MURI sebagai perempuan Indonesia termuda peraih gelar doktor di Perguruan Tinggi Tiongkok. Foto: Ist.

 

Tamat SD, Shinta Amalina melanjutkan pendidikan SMP-nya di SMPN 7 Kota Jambi, sekolah bertaraf internasional. Sekolah ini adalah sekolah modern yang selalu kaya akan prestasi, bernuansa IT, unggul, berwawasan lingkungan dan global serta berlandaskan iman dan taqwa. Di Sekolah ini ia masuk dalam kelas unggulan bersama teman-teman hebat lainnya.

Dengan bakat seni bela diri yang ia miliki, Shinta berhasil melanjutkan pendidikan SMA-nya di SMAN 1 Jambi yang merupakan sekolah tervaforit di Kota Jambi. Di sekolah ini Ia pun berulang kali mencetak prestasi demi prestasi dalam seni bela diri kempo.

Setelah berhasil lulus dari SMA, Shinta melanjutkan pendidikan sarjananya di President University di Bekasi, Jawa Barat, dengan mengambil jurusan keuangan. Setiap liburan kuliah Shinta selalu mengisinya dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti kepanitiaan penerimaan mahasiswa baru dan ikut kerja part time.