Ia bahkan pernah menjadi sales di Honda Motor daerah Cikarang. Shinta ikut menyebarkan brosur di jalanan, pasar, dan tempat-tempat ramai lainnya. Bahkan keliling door to door cuma untuk nyebarin brosur yang berisi penjualan sepeda motor. Di ujung rasa putus asanya, ia berhasil menjual satu sepeda motor. Lalu setelah itu Ia resign dan memutuskan untuk kembali fokus kuliah lagi.
“Setelah memperoleh gelar sarjana dari President University di Bekasi, Jawa Barat, aku langsung dikirim ke Negeri Tirai Bambu, China,” ujar Shinta.
“Jadikan traveling sebagai motivasi kamu untuk sekolah ke luar negeri. Dengan sekolah ke luar negeri, kesempatanmu untuk traveling jauh lebih banyak ketimbang kamu sekolah di Indonesia,” kata Mami Ratih, ibu dari Shinta.
Mami Ratih melanjutkan bahwa kamu pun bisa memperpanjang masa liburanmu, memperpanjang masa pencarian jati dirimu, memperpanjang proses pengembangan diri menuju lebih baik dan yang pasti belajar mandiri.
“Semakin sering kita melakukan perjalanan, maka kita akan semakin menjadi hamba Tuhan yang bersyukur dengan menyadari bahwa ciptaan Tuhan sungguh luar biasa. Dan itu hanya bisa kamu nikmati ketika kamu bepergian dari satu kota ke kota lain. Tidak cukup hanya di Indonesia. Dunia ini luas. Sekarang Tuhan memberikanmu kesempatan untuk menikmatinya," tambah Mami Ratih memberi wejangan pada putrinya.
