Untuk menyambut kunjungan Soekarno, Uni Soviet kemudian merenovasi makam tersebut agar terlihat layak. Ketika Soekarno akhirnya mengunjungi Uni Soviet, dia menyempatkan diri untuk berziarah ke makam Imam Bukhari, menunjukkan penghormatan dan kepeduliannya terhadap tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam.
Baca Juga: Jokowi Amini Terbentuknya Kabinet Zaken di Era Prabowo - Gibran
Cerita ini masih bertahan hingga sekarang dan menjadi salah satu kisah yang sering dikaitkan dengan Soekarno sebagai kontribusinya terhadap umat Muslim dunia. Nama Soekarno sendiri hingga saat ini sangat dihormati di Uzbekistan, negara mayoritas Muslim di Asia Tengah yang dulunya bagian dari Uni Soviet.
Namun, kebenaran kisah ini tidak sepenuhnya diterima tanpa kritik. Ada sejumlah pihak yang meragukan keabsahan cerita ini, termasuk beberapa sejarawan dan peneliti sejarah.
Dalam autobiografinya, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia yang ditulis Cindy Adams, Soekarno tidak menceritakan secara spesifik mengenai makam Imam Bukhari dalam kunjungannya ke Uni Soviet.
