Kunjungan Soekarno ke negara tersebut hanya disinggung secara singkat. Beberapa sumber lain pun memberikan keterangan yang tidak konsisten terkait waktu kejadian.

Misalnya, dalam buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno (2017), disebutkan bahwa permintaan pemugaran makam Imam Bukhari disampaikan Soekarno kepada Khrushchev sebelum kunjungannya ke Uni Soviet pada 1956.

Namun, pada saat itu Khrushchev masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Presidium Tertinggi Uni Soviet, sedangkan yang menjadi Presiden Uni Soviet adalah Kliment Voroshilov, yang sebenarnya memberikan undangan tersebut kepada Soekarno.

Sejarawan Asvi Warman Adam juga meragukan kebenaran cerita ini, dengan alasan tidak adanya literasi resmi yang menyebutkan tentang peristiwa tersebut.

“Kadang memang ada cerita Soekarno yang dibesar-besarkan,” kata Asvi dalam salah satu kesempatan.