Orang-orang yang melihatnya menganggapnya gila, namun Uwais terus melakukan latihan itu setiap hari. Selama berbulan-bulan, anak lembu itu semakin besar, begitu pula otot dan kekuatan Uwais.
Baca Juga: Allah Menjamin Rezeki Penuntut Ilmu
Musim haji pun tiba, dan lembu Uwais telah mencapai berat sekitar 100 kilogram. Dengan kekuatan yang telah terlatih, Uwais menggendong ibunya dan memulai perjalanan panjang berjalan kaki dari Yaman ke Mekkah.
Cintanya kepada ibunya begitu besar sehingga dia rela menempuh perjalanan yang jauh dan sulit demi memenuhi keinginan ibunya. Sang ibu terharu dan menangis melihat Baitullah. Di hadapan Kakbah, Uwais berdoa agar Allah mengampuni dosa ibunya.
Ketika ibunya bertanya tentang dosa Uwais, dia menjawab bahwa ridha ibunya sudah cukup baginya untuk mencapai surga. Allah kemudian mengabulkan doanya, dan Uwais sembuh dari penyakit sopaknya, hanya meninggalkan bulatan putih di tengkuknya sebagai tanda.
