Tanda itu penting karena Rasulullah telah memberi tahu kepada Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib tentang seorang yang akan datang dari Yaman dengan tanda putih di tengkuknya, yang doanya sangat makbul.
Mereka pun mencarinya seperti yang dipesankan oleh Rasulullah. Akhirnya, setelah perjalanan panjang, Uwais tiba di Madinah, namun Nabi Muhammad sedang berada di medan pertempuran.
Uwais hanya bisa bertemu dengan Siti Aisyah, istri Nabi, dan meninggalkan salam untuk Nabi. Karena ketaatannya kepada ibunya yang sakit-sakitan, Uwais tidak bisa menunggu dan segera pulang ke Yaman.
Nabi kemudian menjelaskan kepada para sahabat bahwa Uwais adalah penghuni langit yang doanya sangat mustajab. Setelah Nabi wafat, Khalifah Umar dan Ali bin Abi Thalib terus mencari Uwais setiap kali ada kafilah dari Yaman.
Suatu hari, mereka akhirnya bertemu dengan Uwais yang sedang menjaga unta di perbatasan Madinah. Setelah memastikan tanda putih di tengkuk Uwais, mereka memohon doa dan istighfar darinya. Uwais, yang tetap rendah hati, akhirnya berdoa dan membacakan istighfar untuk mereka.
