Melansir finansialku.com, kegagalan Chairul Tanjung dalam membangun bisnis, tidak membuatnya patah semangat. Yang ada, ia semakin giat dan tekun menempuh jenjang kesuksesannya.
CT mencoba membuka usaha kontraktor walaupun ia tetap mengalami kebangkrutan, hingga membuatnya harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan rotan.
Setelah lulus kuliah, Chairul Tanjung bersama dengan tiga rekannya memulai sebuah bisnis pembuatan sepatu anak-anak ekspor yang diberi nama PT Pariarti Shindutama.
Modal awalnya sebesar Rp 150 juta yang dipinjam dari Bank Exim dapat menghasilkan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Bisnis bersama ini pun nyatanya berhasil maju pesat.
Sangat disayangkan, kerja sama mereka mendapat jalan buntu karena perbedaan visi dalam hal ekspansi usaha.
