KENDARI, TELISIK.ID - Kegigihan kelompok ibu rumah tangga di lingkungan Tunggala, Kota Kendari, yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Matahari, sukses mengubah pekarangan rumah menjadi industri pengolahan bawang goreng bernilai ekspor.

Berawal dari modal awal hanya sebesar Rp 200 ribu pada tahun 2016, kini usaha yang dikenal dengan merek "Bawang Goreng Tunggala" tersebut telah mampu memproduksi hingga 600 kilogram bawang goreng setiap bulannya.

Ketua KWT Matahari, Heru Istawati menceritakan, perjalanan usaha ini sempat mengalami pasang surut. Namun, inovasi produk dan dukungan permodalan dari Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Kendari menjadi titik balik kemajuan usaha mereka.

"Dulu kami hanya modal 5 kilogram bawang dan 2 liter minyak. Sekarang, berkat suntikan modal kerja Rp 230 juta dari Bank Bahteramas, kami bisa melengkapi peralatan dan meningkatkan kapasitas produksi," ujar Heru saat diwawancarai, Rabu (8/4/2026).

Istawati mengakui, awalnya ia sempat ragu karena mengira Bank Bahteramas hanya melayani pegawai negeri. Namun, kenyataannya pihak bank justru sangat proaktif memberikan solusi bagi pelaku UMKM yang kesulitan administrasi.