Seorang prajurit muda Kadazan-Dusun perlu memenggal kepala saat korban masih hidup untuk melestarikan semangatnya.

Seorang kepala dari mayat yang jiwanya sudah pergi tidak ada artinya dalam pandangan mereka.

Masyarakat mengadakan upacara khusus untuk menenangkan jiwa kepala. Mereka percaya jika mereka menjaga semangat itu, maka akan melindungi desa mereka dari bencana. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Fitrah Nugraha