KENDARI, TELISIK.ID - Sutinurdin, seorang petani berusia 45 tahun yang tinggal di Nanga-Nanga, Jalan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, telah menjadi petani padi selama 30 tahun. Dalam setahun, ia dapat memanen padi sebanyak 2 kali, sebuah prestasi yang membanggakan bagi dirinya dan keluarganya.
Penghasilan Sutinurdin dalam sekali panen tidak menentu, tergantung pada kualitas padi yang dihasilkan. Namun, ia memperkirakan bahwa penghasilannya dapat mencapai sekitar Rp 20 jutaan dalam sekali panen. Jumlah ini cukup besar dan menjadi motivasi bagi Sutinurdin untuk terus meningkatkan hasil panennya.
Sutinurdin menghadapi beberapa kendala dalam bertani, seperti hama tikus, ulat dan burung pemakan padi. Namun, ia tetap berusaha untuk menghasilkan padi dengan kualitas yang baik. Menurutnya, kualitas padi musim ini bisa dibilang lumayan bagus.
Ia memulai hari kerjanya di sawah mulai pukul 06.00 Wita hingga 11.00 Wita, kemudian ia kembali ke sawah pada pukul 14.00 Wita hingga 16.00 Wita. Jadwal yang padat ini menunjukkan betapa kerasnya kerja seorang petani seperti Sutinurdin.
Dalam sekali panen, Sutinurdin dapat menghasilkan sekitar 200 karung padi. Jika dihitung dalam setahun, dengan 2 kali panen, ia dapat menghasilkan sekitar 400 karung padi. Jumlah ini cukup besar dan menjadi kontribusi bagi ketersediaan pangan di masyarakat.
