Segala sesuatu terwujud dan diwadahi darinya kecuali Tuhan. Jadi semacam logosnya bangsa Yunani, yakni pemikiran yang mendahului energy dan zat.

Tuhan menciptakan ruh sebelum benda materi, yakni disebuah alam yang lebih dekat dengan Tuhan. Sejatinya –pada wilayah alam ini, tidak ada tabir antara Sang Khalik dengan ruh. Kita telah mewujud selama satu millenium di dunia yang halus, duduk didekat Sang Khalik, bermandikan cahaya Tuhan, tulis Sufi Syekh Ragip al-Jerrahi.

Tuhan kemudian bertanya “Apakah Aku Tuhan kalian?”. Pertanyaan Tuhan tersebut menjadi akar dari semua suara musik, yang sangat menyentuh hati dan membahagiakan hati. Ruh menjadi mengetahui bahwasanya Tuhan telah menciptakan mereka, dan mereka sangat menikmati kebahagian yang tiada banding berada di dalam kehadirat-Nya.

Baca Juga: Pendidikan Karakter, Berbudaya, Mandiri secara Ekonomi

Tuhan kemudian mengirim ruh individual tersebut ke dunia material, ia pun terbenam ke dalam masing-masing dari empat elemen ciptaan.