Bulan suci Ramadan hadir, sebagai momen segaligus sarana dimana Allah Subhana Wata’ala meningkatkan kualitas taburan rakhmat kepada hamba-Nya, yang harus direflesikan dalam internalisasi laku, dimana kecendrungan sifat-sifat keilahian, lebih mengatasi kecendrungan material, yang didorong nafs.
Baca Juga: Hikmah Polemik Kamus Sejarah Indonesia
Kecendrungan keilahian harus bisa mengatasi kecendrungan materi, sebagai sifat asli primordialisme manusia. Tuhan memberi kita alat untuk kembali pada tingkat kesadaran primordial, untuk keluar dari belenggu wadah tanah liat. Alat tersebut adalah “akal dan kehendak”.
Tuhan membekali akal kepada manusia untuk bisa membedakan yang benar dan salah, yang haq dan bathil, dan kehendak adalah sarana untuk memberi kita kekuatan untuk menentukan keputusan atas tindakan yang benar serta tindakan yang haq.
Secara faktual konsepnya sederhana, seperti sabda Rasulullah Muhammad SAW; “Kerjakanlah yang halal dan baik, jangan kerjakan yang haram dan buruk, dan jika kamu ragu jangan bertindak sampai kamu merasa yakin.”
