Baca Juga: Kejaksaan Agung Sita Sejumlah Dokumen Kasus Tambang dari Kantor Dinas Kehutanan Sulawesi Tenggara

"Waktu dulu itu, dalam sehari nggak kehitung dapat orderan berapa, tapi untuk pendapatan itu sehari dapat Rp 500.000, bahkan pernah sampai dapat Rp 1.000.000 sehari. Karena dulu teknologi belum berkembang kayak sekarang, orang yang mau pakai jasa tukang kunci itu masih banyak," ungkapnya.

Ia menambahkan, pendapatannya sekarang tidak menentu dalam sehari karena semakin pesatnya perkembangan teknologi.

"Kalau sekarang dalam sehari, kadang dapat Rp 100.000, paling kecil Rp 50.000. Cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja, saya buka itu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore itu," tuturnya.

Menurut Andri, ada beberapa penyebab kenapa tukang kunci pendapatannya menurun, salah satunya karena hadirnya penjualan dan jasa duplikasi kunci secara online, serta menjamurnya tukang kunci yang menggunakan mesin sebagai alat membuat dan menduplikasi kunci.