"Sekarang banyak online, kadang orangnya langsung beli baru, meski mudah rusak juga. Sama kayak ada tukang duplikat kunci pakai mesin di mall-mall yang waktu pengerjaannya lebih cepat juga, sekarang setiap mall ada saja tukang kunci," tuturnya.

Selama puluhan tahun menjadi tukang kunci, Andri telah berhasil menyekolahkan 2 dari 3 anaknya sampai berhasil menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Lomba, STQH Nasional 2025 Sulawesi Tenggara Tegur Umat Tak Abai pada Alam

"Bagi saya pendidikan itu penting, harus dan perlu. Alhamdulillah, walaupun kadang berat, tapi dari usaha tukang kunci bisa sekolahin dan kuliahin anak, yang penting kita niat cari uang buat anak istri saja," ungkapnya.

Andri juga mengatakan, meskipun sudah berhasil mengantarkan anak-anaknya sampai perguruan tinggi dan hidup mandiri, tapi ia masih tetap semangat bekerja dan tidak menggantungkan hidupnya kepada anak-anaknya. Baginya, selagi dirinya masih diberi kesehatan, ia akan tetap terus bekerja mencari rezeki.