KENDARI, TELISIK.ID - Setiap sore hingga malam, sebuah meja kecil di trotoar depan Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari selalu dipenuhi aneka jajanan sederhana. Dari donat meses, jambu mete olahan, hingga kasuami berbahan dasar singkong, semuanya tersaji rapi.

Di balik meja itu, berdiri seorang perempuan paruh baya yang dikenal sebagai Ibu Y, yang kini berusia 63 tahun. Dialah sosok yang setia menanti pembeli, menggantikan peran suaminya yang tak lagi mampu berjualan karena sakit katarak.

Sudah tujuh tahun lebih usaha kecil itu menjadi sumber penghidupan keluarga mereka. Dahulu, sang suami yang sabar menjaga lapak setiap hari. Namun, setelah penyakit mata membuat penglihatannya hilang, tanggung jawab mencari nafkah pun beralih ke tangan istrinya.

“Suami saya saat ini sedang sakit, tidak bisa melihat karena katarak, jadi saya yang lanjutkan jualan. Sudah satu bulan lebih saya di sini menggantikan suami saya,” tutur Ibu Y saat ditemui telisik.id, Senin (29/9/2025).

Dari ujung matanya, tampak air bening menetes saat ia menceritakan perjuangannya. Setiap hari, perjalanan dimulai dari rumah mereka di Nanga-Nanga yang berjarak sekitar 7 kilometer.