Pelabuhan Kendari-Langara menjadi tempatnya mencari nafkah selama bertahun-tahun. Di sanalah Ibu Ngai bertemu dengan berbagai macam orang, dari para pelaut yang tangguh hingga para penumpang yang ingin berpergian. Setiap interaksi dengan mereka selalu memberikan cerita dan pengalaman baru bagi Ibu Ngai.
Meskipun dagangannya tidak selalu laku, Ibu Ngai tidak pernah mengeluh. Dia selalu bersyukur atas rezeki yang diterimanya.
Baginya, yang terpenting adalah dia bisa bekerja dengan jujur dan halal untuk menghidupi keluarga dan membiayai anaknya.
Saat bertemu dengan tim Telisik.id, ia menceritakan sejak pagi hingga siang dagangannya belum laku. Meski kadang ia harus keliling di pasar Sentral Kota Lama untuk menghabiskan dagangannya.
"Belum ada yang laku nak, dari pagi saya keliling sampai siang, cuaca juga hujan," ucapnya sembari memandangi keranjang jualannya yang belum berkurang sedikitpun.
