Sebelumnya di Bandara Soekarno-Hatta cargo lebih banyak diangkut dengan pesawat penumpang, tapi kini berbalik. Akibat pandemi COVID-19 pesawat penumpang melorot jauh dari rata-rata, sehingga justru pesawat cargolah yang malah jadi andalan pengangkutan barang. Ada kenaikan barang sekitar 20%-25% yang disewa pesawat cargo.
Dari data yang ada menunjukkan, traffic pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta selama diberlakukannya PPKM per hari baru berkisar 20 ribu - 25 ribu penumpang. Setelah pandemi COVID-19, tetapi sebelum diberlakukannya PPKM, pergerakan penumpang masih 50 ribu - 60 ribuan orang.
"Padahal sewaktu normal jumlah traffic-nya mencapai 150 ribu - 180 ribu per hari," kata Yado.
Kalau urusan kenaikan tarif ini tidak segera dipecahkan, dikhawatirkan bakal berdampak juga kepada reputasi Bandara Soekarno-Hatta.
"Kita nantikan hasil penelitian dari Kantor Menko Maritim dan Investasi, Kementerian Perhubungan dan Kantor Meneg BUMN kenapa berbagai tarif di bandara akhirnya naik," pungkas Yado. (C)
