Karena penasaran, Umar meminta izin untuk menginap di rumah orang ini. Namun, dia tidak menemukan amalan khusus orang tersebut.

Baca Juga: Tak Bisa Beribadah, Wanita Haid Tetap Meraih Pahala dengan Amalan Ini

Ketika Umar bertanya apa rahasianya. Orang itu menjawab, "Ibadah dan amalanku sebenarnya biasa saja, wahai Umar. Hanya selama hidupku, aku diajari oleh ibuku untuk tidak punya perasaan buruk sangka terhadap apa pun dan siapa pun. Barangkali itulah amalan yang dimaksud Rasulullah SAW."

Dari kisah di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu pemegang kunci surga adalah orang yang selalu berbaik sangka atau husnuzan. Allah SWT memerintahkan kita untuk berperilaku husnuzan, sebagaimana firman-Nya dalam QS al-Hujurat ayat 12:

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.