Dikutip detik.com dari buku 'Belajar Aqidah Akhlak' karya Muhammad Asroruddin Al Jumhuri, husnuzan adalah salah satu perilaku mulia, yakni berbaik sangka. Sikap dan cara pandang seseorang melihat sesuatu secara positif sehingga hati dan pikirannya bersih dari prasangka yang belum tentu kebenarannya.
Dalam Islam, sikap husnuzan terbagi menjadi tiga. Pertama, husnuzan kepada Allah SWT, berarti selalu berusaha berbaik sangka kepada Allah SWT atas apa pun yang kita hadapi dan alami dalam kehidupan kita.
Husnuzan kepada Allah hukumnya wajib. Hal ini sesuai dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai."
Selain itu, berdasarkan hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah berkata, 'Aku sesuai prasangka hambaku padaku. Jika prasangka itu baik, maka kebaikan baginya. Dan apabila prasangka itu buruk, maka keburukan baginya."
Kedua, husnuzan kepada diri sendiri, berarti berprasangka baik kepada diri sendiri. Menerima apa adanya serta berbaik sangka kepada Allah SWT tidak menyesali keadaan dan keberadaannya.
