"Tambak diolah menggunakan teknologi sehingga hasil panennya bisa maksimal," ujarnya.

Dengan adanya program tersebut, tentunya sangat membantu petani tambak dalam rangka peningkatan perekonomian. Sebagai bukti program itu akan berjalan, Sabtu (9/10/2021), Dirjen Perikanan dan Budidaya KKP, DR.TB Haeru Rahayu, A.Pi. M.Sc akan turun bertemu langsung dengan para petani tambak membicarakan model kerja sama.

"Teknisnya akan dibicarakan langsung oleh Pak Dirjen," timpalnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Muna, La Kusa menerangkan, program KKP tersebut sumber pendanaannya dari bantuan luar negeri yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan negara non pajak. Dalam program tersebut, pemilik lahan, sekaligus sebagai pemilik modal.

"Penjualan hasil panen akan dilakukan oleh KKP.  Pemilik lahan akan mendapatkan bagian dari hasil penjualan itu. Seperti apa besarnya, nanti dituangkan dalam perjanjian kerjasama," ungkapnya.