"Paling menguntungkan lagi, setelah masa kontrak selesai, lahan beserta asetnya akan diserahkan kembali ke masyarakat," terangnya.
Sementara itu, Kulubi, perwakilan petani tambak Desa Lamanu mengaku sangat terbantu dengan adanya program yang dinilai mampu meningkatkan ekonomi masyarakat.
Selama ini, masyarakat mengolah tambak masih secara tradisional. Keterbatasan modal membuat hasil panen udang belum maksimal.
"Tambak itu butuh anggaran besar, karenanya dengan program ini, kami yakin akan mensejahterahkan masyarakat," pungkasnya. (A)
Reporter: Sunaryo
