JAKARTA, TELISIK.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyusun langkah pengembangan bahan bakar minyak (BBM) campuran bioetanol 50 persen atau E50.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 September 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah diminta mempelajari keberhasilan program biodiesel B50 sebagai dasar penyusunan langkah pengembangan E50.
"Kami juga telah memutuskan bahwa untuk jangka panjang kita mempelajari tentang kesuksesan daripada B50. Berangkat belajar dari ini, Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50," ujar Bahlil, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa (22/9/2026).
Bahlil menyebut pengembangan E50 berkaitan dengan upaya pemerintah meningkatkan ketersediaan BBM dari dalam negeri. Kebutuhan bahan bakar nasional saat ini masih berada pada level tinggi.
