Saat KM mau tenggelam, pemilik KM bernama Abdul Hamid Weby sempat menggendong salah satu penumpang bocah inisial A (1). Mereka pun berusaha mencari bantuan, tetapi pandangannya terhalang karena tingginya gelombang, sehingga mereka terpisah dari 23 penumpang lainnya.

"Keduanya tertahan di lautan selama kurang lebih 3 jam, sebelum A pun meninggal dunia. Ia ditemukan oleh Tim SAR dan warga yang datang mencari," jelas Ipda Kamaludin.

Baca Juga: Pengurusan Izin Operasional RS Siloam Buton Bakal Dipercepat

Lebih lanjut, tambah Ipda Kamaludin, ke 23 orang penumpang lain yang berusaha menyelamatkan diri akhirnya dibantu Tim SAR, para warga, pemerintah desa, TNI-Polri yang datang mencari. Mereka membawa sekitar 20an perahu pembantu untuk menyelamatkan para penumpang itu.

"Penumpang yang selamat sudah kembali ke rumah masing-masing dan 6 orang lainnya terpaksa dirawat di Puskesmas Ahmad Yani Pulau Ende, karena keadaan fisik yang kurang memungkinkan," kata Ipda Kamaludin.