Sehingga, Gerindra membuat posisi Muhaimin semakin terpojok. Sebab, posisi PKB jika Muhaimin tak diperhitungkan sebagai cawapres dan kasus korupsinya coba diangkat kembali, dapat saja berpengaruh negatif terhadap elektabilitas PKB. Ini dapat merembet terhadap jabatan ketua umum PKB yang dipegang oleh Muhaimin memungkinkan dirongrong oleh internal PKB.

Muhaimin yang sedang terbelit kembali atas kasus dugaan korupsi di masa lampau. Ini dirasakan oleh Muhaimin akan semakin menjauhkan dirinya dari kans sebagai cawapres. Gerindra disinyalir memang tidak sepenuh hati menginginkan Muhaimin Iskandar, sejak koalisi bersama PKB coba direkatkan.

Saat ini, geramnya Muhaimin dalam rangka menaikkan posisi tawarnya dengan berkomunikasi keras agar dirinya diperhitungkan dalam Koalisi Gerindra-PKB. Ia juga mengingatkan kepada Gerindra, bahwa Muhaimin adalah capres yang diusung oleh PKB. Setidaknya, Muhaimin menginginkan minimal sebagai cawapres mendampingi Prabowo Subianto.

Baca Juga: Deklarasi Koalisi, Batal

Meski bergejolak, namun saat ini Muhaimin akan tetap bertahan. Sebab, Muhaimin juga mengetahui posisi PDIP akan menolak jika hanya sebagai cawapres dari Prabowo. PDIP tentu tidak akan merendahkan harga diri sebagai partai peraih suara terbanyak dan sebagai satu-satunya partai yang memiliki kans mengajukan paket pasangan calon sendiri dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2024 ini.